Senin, 31 Maret 2008
citra indah -cibubur kesana lagi
29-03-2008...........awal mula booking,type 36/120 dengan mengucap basmallah,,,
padahal u/ uang muka aja aku ga punya...
hanya uang booking aja yang ada..
akan tetapi karena dibantu KPR yang sekaligus ngasih u/ DP akhirnya aku putuskan mengambilnya
lokasi memang bagus untuk lingkungan keluarga, memang harus dengan pengorbanan berangkat - pulang kerja sangat jauuuh menempuh wktu skitar 2 jam u/ berangkat kerja..
tapi berpikir positif saat ini hanya yang aku lakukan...
doa kan saya ya, semoga bisa melunasi hutang2 KPR nya...
15 tahun................. lama x ya?
ahh biarkan aja mengalir,,,
sekarang mesti hidup hemat sehemat-hematnya...
Jumat, 28 Maret 2008
benarkah indonesian sudah kaya?
yaa itu y dalam benakku............
(doeloe)... indonesia itu kaya, subur, ramah tamah, gemah ripah loh jinawi..dalam cerita2 wkt SD
(sekarang)... inilah indonesia, semua ada y ga di ceritain justru lebih banyak kita jumpai...
nih kejadian baru kemarin..
aku kan dpt tugas ke NAd via medan, nah kan mau booking tiket ehh abiiss..
akhirnya aku ke bandara dengan harapan masi ada / ada y cancel..
1/1 maskapai aku samperin... tanya "mbak tiket ke medan hari ini masih ada?"
jawaban rata2 sama " abiis ampe tanggal 30 maret..."
semua jam, semua maskapai.. ampe tanggal 30 maret ...
akhirnya masuk cadangan garuda... waiting....waiting... (daftar waiting list juga panjaang)
akhirnya kandas juga, plg ke rumah ga2l pergi n tugas di batalkan/ditunda
kaya kan orang indonesia.... tiket dengan harga 2x lebih mahal dari hari biasa aja abiiis..
tapi pas liat berita di tv ada ja berita keluarga yang hidup dalam kekurangan..
benar-benar indonesia.. semua ada.
biar berbeda-beda tetap indonesia...
(besok) ingin aku ikut serta dalam wujudkan indonesia yang seperti di buku-buku SD ku dulu..
ramah tamah, subur, kaya, tanah surga dunia, walau harapan itu tipis tapi pasti masih
ada kesempatan,
benarkah cerita-cerita di SD itu menyebabkan kita jadi hidup dalam mimpi2...nyantai, malas2n, toh tongkat kayu n batu jadi tanaman, sehingga terlena, terbuai dan terpesona akan cerita yang menina bobokan?
(mohon maaf jika ada salah kata...)
sukses untuk indonesia...
Jumat, 14 Maret 2008
pertunangan I
"Lebih baik tunangan dulu" itulah kata-kata yang disarankan pada orang yang mau berpisah baik sebab meneruskan study ke luar negeri, tugas ke luar kota atau karena cuma takut kekasihnya dibuat rebutan.
Tunangan memang telah membudaya di Negara kita Indonesia, tradisi ini sangat melekat di hati masyarakat, sehingga hampir disemua akad pernikahan didahului dengan ikatan tali pertunagan.
Model pertunangan yang yang mewarnai masyarakat kita berbeda antara satu dengan yang lain, ada yang cukup dengan pertukaran cincin yang disertai dengan persetujuan kedua mempelai tanpa melibatkan orang lain, ada juga yang membuat pesta besar-besaran, model ini hampir menyaingi pesta perkawinan dengan melibatkan semua kelurga baik yang jauh maupun yang dekat dan juga mengundang orang sekampung untuk mengikuti acara selamatan bagi pasangan yang akan menjalin keluarga baru. Bahkan saking girang dan bahagianya banyak dari pihak mempelai pria yang telah memberikan maharnya sebelum akad pernikahan dilangsungkan, begitu juga menghadiahkan sepasang baju cantik dan barang-barang indah lain untuk kekasih tunangannya.
Budaya pertunangan ini ada yang sukses sampai ke jenjang tali perkawinan, namun ada juga yang kandas ditengah jalan tanpa membuahkan hasil yang mereka idam-idamkan dan tak jarang malah menimbulkan sengketa antar keluarga, sudah menjadi rahasia umum pertunangan yang batal adalah ajang percorengan reputasi.
Banyak pihak mengatakan bahwa pertunangan banyak nilai positifnya, sehingga mereka menganggap tunangan itu perlu sebagai langkah awal menuju pernikahan, sebab pernikahan itu bukan sekedar menyatukan dua mempelai melainkan dua keluarga besar, kalau ada pertunangan insyaAllah komunikasi dua keluarga akan terbuka lebar, sehingga ada waktu untuk penyesuaian diri. Otomatis persiapan pernikahan juga akan lebih mantap.
Namun ada juga yang mengatakan tidak perlu adanya pertunangan, karena kebanyakan tunangan kandas di tengah jalan dan tidak berakhir di titik tali perkawinan, pihak keluarga sudah banyak direpotkan belum lagi urusan menanggung malu dan timbulnya konflik antara keluarga. " kalau sudah jodoh tidak akan lari kemana, ngapain harus tunangan…? Nikah aja bisa cerai apalagi tunangan…! Itulah omongan mereka.
Lalu bagaimana pandangan syareat dalam menyikapi masalah ini, marilah kita simak sikap dan komentar Ulama' di bawah ini :
Hukum Pertunangan (Khitbah).
Mayoritas ulama' mengatakan bahwa tunangan hukumnya mubah, sebab tunangan ibarat janji dari kedua mempelai untuk menjalin hidup bersama dalam ikatan keluarga yang harmonis. Tunangan bukan hakekat dari perkawinan melainkan langkah awal menuju tali perkawinan.
Namun sebagian ulama' cenderung bahwa tunangan itu hukumnya sunah dengan alasan akad nikah adalah akad luar biasa bukan seperti akad-akad yang lain sehingga sebelumnya disunahkan khitbah sebagai periode penyesuaian kedua mempelai dan masa persiapan untuk menuju mahligai rumah tanggapun akan lebih mantap.
(bersambung..........)
by : Habibul Huda bin Najid Lc
Daftar referensi:
Al Qur'an Al Karim.
Sohih Al Bukhori.
Sohih Al Muslim.
Al Ahkam Al Usroh fi As Syariah Al Islamiah / Dr. Ahmad Al Qulaisi.
Sumber-sumber lainya.
*) Mahasiswa program pasca sarjana Fakultas Syariah Universitas Al Ahgaff Hadramaut Yaman.
http://alhadrami@sidogiri.com, http://alhadrami@sidogiri.com, elhabib@plasa.com
Rabu, 12 Maret 2008
get meried
nikah..... (terbayang ya indah2 aja kan)
pdhl ada segerombolan awan hitam besar y menghadang di belakang itu semua...
kita mesti bisa lewati badai itu wlo hanya bermodal perahu kecil..
berusaha biar ga pecah, wlo dengan terombang ambing, tapi tetap pada tujuan, tetap ada harapan, tetap yakin akan ada udara bersih, awan putih, kecerahan, suasana, seindah bayangan kita akan surga di balik awan hitam itu..
pusing....
rumit, ga semudah y kita bayangkan kalo mesti pakai adat-istiadat/ tata cara y tradisional..
padahal nurut agama y saya anut/ yakini (islam), ga rumit, ga susah, ga perlu biaya y cukup banyak.....
hanya krn gengsi.. rasa malu.. ato apalah hingga lebih ditonjolkan syarat-syarat yang kadang mempersulit sesuatu y dianjurkan... sehingga y harus ada (nurut agama) memang ada sih tapi seakan tertutup ama syarat y tidak harus ada..
apa aja sih syarat (plus) y harus ada dan y TIDAK harus ada??
selain rukun nikah nurut agama islam...
terima kasih...
Langganan:
Postingan (Atom)
